Patut Dicoba!!! Budidaya Ikan Gabus, Mudah Dan Menghasilkan

Budidaya Ikan Gabus, Mudah Dan Menghasilkan

Pembesaran ikan gabus di kolam, baik kolam terpal maupun kolam air deras dapat dilakukan secara optimal.Untuk menghasilkan ikan dengan ukuran yang siap dipasarkan dan menjadi ikan konsumsi. Untuk mencapai ukuran pasar, biasanya ikan gabus dipelihara secara optimal dengan pakan yang cukup dan memadai.

Pada umumnya, ikan gabus dapat dipasarkan setelah mencapai berat 500-600 gram/ekor. Hal ini sesuai dengan ukuran konsumsi rumah tangga. Namun, untuk digunakan sebagai bahan baku empek-empek dibutuhkan ikan gabus dengan berat sekitar 800- 1.000 gram/ekor.

Waktu Supaya menghasilkan ikan gabus berukuran 500-600 gram/ekor adalah selama 4-5 bulan, dengan menebar benih berukuran 8-12 cm. Benih yang digunakan harus sehat, berukuran seragam, dan responsif terhadap pemberian pakan. Kepadatan penebarannya sekitar 50-100 ekor/ m2 dengan kedalam air sekitar 80-100cm. Sedangkan, proses pembesaran untuk menghasilkan ikan gabus berukuran 800-1000gram/ekor memerlukan waktu selama 7-8 bulan. Akan tetapi, waktu pembesaran ikan gabus di kolam dapat diperpendek dengan memberi pakan tambahan atau extrafooding yang bergizi tinggi secara berkelanjutan.

Selama proses pembesaran, ikan gabus diberi pakan berupa ikan runcah sebanyak 10-15% dari bobot biomassa ikan dan diberikan 2-3 kali dalam sehari. Ikan gabus juga dapat diberi pelet yang mengandung protein minimal 30% sebanyak 5-10 % bobot biomassa ikan. Pakan dengan kandungan protein 30% Sudah cukup memadai untuk pertumbuhan ikan gabus.

Namun, untuk meningkatkan pertumbuhan ikan gabus agar lebih cepat, dibutuhkan pakan yang mengandung protein 35% Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Suryanti dengan menguji pakan buatan yang mengandung protein 30, 35, dan 40% dengan pemberian pakan 3% dan 5% bobot biomassa. Ternyata, di antara ketiga kadar protein, kadar 35% protein dengan jumlah ransum 5% adalah yang menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi. Seda ngkan, nilai konvensi pakan yang terbaik adalah pada tingkat pakan 35%, baik pada ransum harian 3% (2.26) maupun 5% (4,58).

Nilai konvensi pakan pada kadar protein 35% lebih baik di bandingkan kadar protein 30 dan 40%. Kadar protein rendah (30%) dan kadar protein yang lebih tinggi (40%) ini menunjukkan penggunaan pakan yang kurang efisien. Dibanding konvensi pakan yang diberi ikan rucah, nilai konvensi pada kadar protein 35% relatif lebih baik. Hal ini berarti tingkat konsumsi ikan tersebut cukup baik sehingga penggunaan pakannya lebih efisien.

Tingkat ketahanan hidup ikan gabus yang diberi pakan ikan relatif lebih rendah dibandingkan dengan diberi pakan pelet.
Budidaya Ikan Gabus, Mudah Dan Menghasilkan
Hal ini diduga karena dosis pemberian pakan ikan rucah sekitar 9% kurang men- cukupi kebutuhan proses perkembangan pada ikan gabus. Pemberian pakan ikan rucah paling efektif untuk proses pertumbuhan adalah 10% dari bobot tubuhnya. Sebab, jika pemberian pakan ikan rucah di bawah 10% maka tidak akan memberikan pertumbuhan bobot pada ikan gabus. Sedangkan, pemberian pakan lebih dari 10% dapat menyebabkan terjadinya penumpukan sisa pakan yang tidak termakan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pembusukan di dalam kolam dan akan mengakibatkan air menjadi tercemar.

Ikan gabus termasuk ikan rakus dan kanibal. Untuk itu, pemberian pakan harus dilakukan tepat waktu. Jika sampai pemberian pakan telat, kemungkinan ikan gabus akan saling memangsa satu sama lain. Apabila pemberian pakan menggunakan pelet, sebaiknya diberikan pakan tambahan berupa ikan rucah, cacing, dan daging bekicot secukupnya.

Sebagaimana proses penebaran benih ikan, kolam pada pembesaran ikan gabus juga harus dijaga kebersihannya sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam dibersihkan secara rutin.


Benih ikan gabus usia 1 bulan sudah mulai bisa disapih dari pakan awalnya kutu air atau cacing sutra. Pada pergantian pakan dari cacing sutra menjadi pelet ini tidak bisa 100% berhasil pada semua benih. Sebagian benih yang tidak bisa beradaptasi dengan pakan pelet akan tumbuh lambat dan kemungkinan menjadi penyumbang besar persentase kematian bibit ikan gabus pada periode pemeliharaan 2 hingga 3 bulan. Benih ikan seperti ini ditandai dengan ukuran kepala dan badan yang terlihat tidak proporsional di mana kepala ikan terlihat besar dengan badan kecil kurus. Pada masa ini panjang bibit ikan dapat mencapai 7 – 8 cm sebagian kurang atau lebih dan siap ditebarkan di kolam-kolam pembesaran.

#1.Persiapan Kolam
Kolam benih ikan gabus perlu disiapkan dengan desain khusus. Dinding kolam harus tinggi atau diberi penutup yang benar-benar rapat. Penutup dapat dibuat dengan waring atau net dengan ukuran yang lebih kecil dari ikan. Sedikit lubang saja pada bagian kolam yang dapat dilalui ikan, maka kematian ratusan benih akibat ikan yang melompat keluar kolam dapat terjadi. Untuk keperluan jangka panjang dan keawetan terpal kolam dapat dipilih alternatif kolam terpal yang dibuat dengan dinding dari batako.



#2.Grading
Grading benih ikan gabus dapat dimulai pada periode perawatan 2-3 bulan ini dan dapat dilakukan 1-2 kali. Sebelum proses pemilahan ukuran benih dapat disiapkan terlebih dahulu beberapa kolam lain untuk pemeliharaan benih ikan hasil grading.

Grading secara garis besar perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat kanibalisme pada benih ikan. Pengurasan air kolam secara total dapat dilakukan untuk mencari ikan-ikan yang tumbuh terlalu besar dari ikan yang lain. Terkadang dapat ditemui beberapa ikan yang berukuran 12 cm sementara ikan yang lain baru 4-5 cm. Ikan yang terlalu besar ini dapat diambil dipelihara pada kolam dengan ikan-ikan seukuran.

#3.Pemberian Pakan
Benih ikan dapat diberi pakan pelet yang sama dengan pelet ikan lele. Ukuran pelet dapat disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Pelet seukuran pf500, pf800, pf1000 dapat diberikan secara bertahap dengan frekuensi 3-4 kali sehari. Pada akhir bulan kedua dan ketiga, pelet untuk pembesaran lele berukuran besar-1 sudah mulai dapat diterima bibit ikan gabus. Agar lebih mudah dicerna, pelet dapat dibasahi dulu dengan air atau ditambahkan probiotik ikan.



#4.Pergantian Air
Setelah ganti pakan menjadi pelet, pergantian air akan lebih perlu sering dilakukan dibanding saat masih makan cacing sutra. Sisa pelet yang tidak termakan dan kotoran ikan yang mengandung bahan dari pelet lebih cepat membuat kualitas air kolam menurun. Pergantian air dapat dilakukan minimal 7-10 hari sekali dengan mengganti 30% hingga 50% volume air kolam. Periode pergantian air ini juga dipengaruhi padat tebar bibit pada kolam. Semakin kecil padat tebar, jangka waktu pergantian air dapat lebih lama.

#5.Lumut
Selain air yang cepat memburuk, kolam dengan intensitas sinar matahari tinggi dan tebar padat mudah sekali ditumbuhi lumut. Lumut halus dapat tumbuh membentuk selaput dan membuat lapisan tipis menutupi seluruh permukaan air kolam. Lapisan lumut cukup mengganggu saat pemberian pakan. Lapisan lumut ini juga dapat mengganggu proses difusi oksigen dari udara ke air kolam sehingga perlu dikurangi. Lumut di permukaan kolam dapat dikurangi dengan serok halus atau dipecah dengan penyemprotan air ke permukaan air kolam. Akan lebih bagus lagi jika kolam bisa dialiri air hingga lumut bisa terbawa keluar dari saluran pembuangan yang dibuat pada posisi sejajar tinggi air kolam.



Selain lumut jika ada memanfaatkan eceng gondok sebagai tanaman kolam kepadatannya dapat dikurangi hingga maksimal 25% saja agar tidak mengganggu proses pemberian pakan.

#6.Penyakit
Penyakit yang biasa muncul pada periode 2-3 bulan benih ikan gabus ini adalah penyakit jamur/fungi maupun bintik putih. Pemicu utama penyakit ini yaitu kondisi air kolam yang buruk dan pekat dengan sisa-sisa kotoran. Tanda-tanda penyakit dapat dideteksi sejak awal yaitu adanya bintik-bintik putih pada sirip depan ikan (pectoral fin) atau badan ikan.

Periksa adakah bintik-bintik seperti debu putih atau seperti butiran remahan sisa pelet menempel pada sirip bagian ini. Jika ada bintik itu dan tidak terlepas saat ikan berenang, kemungkinan besar merupakan tanda awal serangan jamur. Pada fase ini pengobatan dengan obat jamur dapat segera mengatasi penyakit. Jika jamur telah menyerang ke banyak bagian badan ikan, maka pengobatan akan sulit dilakukan dan benih ikan gabus tetap banyak yang mati.



Garam Ikan
Garam ikan dengan konsentrasi yang lebih tinggi banyak digunakan untuk keperluan pengobatan atau karantina ikan yang sakit. Sementara itu untuk konsentrasi yang lebih rendah garam ikan dapat bermanfaat untuk menambah kekebalan ikan terhadap penyakit.

Mirip dengan perawatan pada ikan lele, penambahan garam ikan pada kolam dapat dilakukan terutama selepas turun hujan. Sedikit tambahan garam pada air kolam dapat meningkatkan vitalitas tubuh ikan gabus.

Dibandingkan pada saat benih masih  mengonsumsi kutu air atau cacing sutra usia hingga usia 1 bulan, pertumbuhan benih ikan usia 2-3 bulan ini akan terlihat jauh lebih lambat. Pakan tambahan berupa cacing tanah, usus unggas atau keong mas sesekali dapat juga diberikan pada ikan-ikan ini.

Cara budidaya ikan gabus mulai pemijahan hingga usia 1 bulan dan proses melatih benih ikan gabus agar mau makan pelet dapat dilihat di tulisan-tulisan sebelumnya.

0 comments